Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Pelaku Industri: Impor Tembakau Untuk Penuhi Kebutuhan Produksi Rokok

Gambar
JAKARTA, KOMPAS.com  - Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moeftie menyatakan, pelaku industri rokok dalam negeri masih harus mengimpor  tembakau  dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan produksi rokok.

Produsen Rokok Masih Butuhkan Impor Tembakau

Gambar
Bisnis.com , JAKARTA — Pelaku usaha menyatakan masih membutuhkan impor tembakau untuk keperluan industri rokok. Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) Muhaimin Moefti menjelaskan saat ini produksi tembakau di dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan industri. Dalam setahun, rata-rata produksi domestik sebesar 200.000 ton.

RI Masih Impor Tembakau

Gambar
Sumber : Investor Daily JAKARTA - Indonesia masih mengimpor 40% dari total kebutuhan tembakau domestik. Oleh karena itu, rencana pengenaan cukai tiga kali lipat untuk tembakau impor dalam Rancangan Undang-undang (RUU) Pertembakauan dinilai tidak realistis dan kontra produktif. Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian Faiz Achmad menjelaskan, hasil produksi tembakau di Indonesia baru mencapai kisaran 180-190 ribu ton per tahun. Jumlah ini belum mencukupi kebutuhan nasional yang mencapai 330 ribu ton per tahun.

Tembakau Brazil

Gambar
Kunjungan Mr.Macial Marasca (Director Financiero) dan Hugh Watson (Sales Manager) ke Indonesia dan telah bertemu dengan Mr.Saint Kosasih (Direktur Utama HCM ) dan Mr.Cokro wibowo Silandjaya (Direktur HCM ) dalam rangka penjajakan tembakau Brazil di Indonesia guna mengisi kekurangan pasokan tembakau dari beberapa tipe tembakau hasil produksi petani tembakau Indonesia.